Sabtu, 28 Maret 2015

Kesehatan Mental


Kesehatan mental mengacu pada kognitif kita, atau kesejahteraan emosional-  tentang bagaimana kita berpikir, merasa dan berperilaku. Kesehatan mental, jika seseorang sehat mental, juga bisa berarti tidak adanya gangguan mental. Kesehatan mental dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari, hubungan dan bahkan kesehatan fisik. Kesehatan mental juga mencakup kemampuan seseorang untuk menikmati hidup – untuk mencapai keseimbangan antara kegiatan hidup dan upaya untuk mencapai ketahanan psikologis.
Menurut kamus kedokteran Medilexicon, kesehatan mental adalah "emosional, perilaku, dan kematangan social atau normalitas, tidak adanya gangguan mental atau perilaku, keadaan psikologis kesejahteraan dimana telah mencapai integrasi memuaskan dorongan insting seseorang diterima baik diri sendiri dan lingkungan sosialnya, keseimbangan yang tepat dari cinta, kerja, dan kegiatan rekreasi "

A.  Sejarah Kesehatan mental
400 SM
Dokter Yunani Hippocrates memperlakukan gangguan mental sebagai penyakit yang harus dipahami dalam hal fisiologi terganggu, bukan refleksi dari ketidaksenangan para dewa atau bukti kerasukansetan, karena mereka sering diperlakukan dengan tulisan-tulisan Mesir, India, Yunani, danRomawi. Kemudian, penulis medisYunani ditetapkan pengobatan untuk orang sakit mental yang meliputi tenang, pekerjaan, dan penggunaan obat-obatan seperti hellebore.
Abad Pertengahan
Secaraumum, orang Eropa abad pertengahan memungkinkan sakit mental diberi kebebasan karena mereka dianggap tidak berbahaya. Namun, perlakuan yang kurang benar kepada orang dengan gangguan mental juga lazim, dengan orang-orang sering dicap sebagai penyihir dan diasumsikan dihuni oleh setan. Beberapa perintah agama, yang merawat orang sakit pada umumnya, juga merawat sakit mental. Muslimarab, yang mendirikan panti-panti pada awal abad ke-8, melakukan pendekatan quasi-ilmiah dari Yunani.

1407
Fasilitas pertama untuk orang yang memiliki gangguan jiwa didirikan di Valencia, Spanyol, padatahun 1407.
1600
Di Eropa semakin mulai mengisolasi orang sakit iwa, sering perumahan mereka dengan orang-orang cacat, gelandangan, dan nakal. Mereka yang dianggap gila semakin diperlakukan tidak manusiawi, sering dirantai kedinding dan disimpan di ruang bawahtanah.
1700-an
Kekhawatiran tentang pengobatan orang sakit mental tumbuh ketitik bahwa reformasi perlu sesekali dilembagakan. Setelah Revolusi Perancis, dokter Prancis Phillippe Pinel mengambil alih rumah sakit jiwa Bicêtre dan melarang penggunaan rantai dan belenggu. Dia mengeluarkan pasien dari ruang bawah tanah, dengan menyediakan mereka kamar yang cerah, dan juga memungkinkan mereka untuk merasa nyaman. Namun di tempat lain, penganiayaan terus berlanjut.
1840
Dorothea Dix mengamati bahwa orang-orang sakit jiwa di Massachusetts, baik laki-laki dan perempuan dan segala usia, yang dipenjara dengan penjahat dan dibiarkan telanjang dan dalam kegelapan dan tanpa pemanas atau kamar mandi. Banyak yang dirantai dan dipukuli. Selama 40 tahun kedepan, Dix akan melobi untuk membangun 32 rumah sakit pemerintah untuk sakit mental. Pada tur Eropa pada 1854-1856.
1883
Penyakit mental dipelajari lebih ilmiah sebagai psikiater Jerman Emil Kraepelin membedakan gangguan mental. Meskipun penelitian berikutnya akan membuktikan beberapa temuannya, perbedaan mendasar antara psikosis manic-depressive dan skizofrenia memegang peranan sampai hari ini.
1900-an
Perlakuan utama gangguan mental neurotik, dan kadang-kadang psikosis, adalah terapi psikoanalisis ("berbicaraobat") yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dan lain-lain, seperti Carl Jung. Masyarakat masih memperlakukan mereka dengan psikosis, termasuk skizofrenia, dengan hati-hati.
1908
Clifford Beers menerbitkan
otobiografinya, A Mind That Found Itself. Menyerukan reformasi perawatan kesehatan mental di Amerika. Dalam setahun, ia akan menjadi ujung tombak berdirinya Komite Nasional untuk Kesehatan Mental, sebuah kelompok pendidikan dan advokasi. Organisasi ini akan berkembang menjadi Asosiasi Kesehatan Mental Nasional.


B.  Konsep Mental
Seseorang dikatakan memiliki mental yang sehat, bila ia terhindar dari gejala penyakit jiwa dan memanfatkan potensi yang dimilikinya untuk menyelaraskan fungsi jiwa dalam dirinya. Golongan yang kurang sehat mentalnya adalah orang yang merasa terganggu ketentraman hatinya. Adanya abnormalitas mental ini biasanya disebabkan karena ketidakmampuan individu dalam menghadapi kenyataan hidup, sehingga muncul konflik mental pada dirinya.

C.  Perbedaan Kesehatan Mental Konsep Barat dan Konsep Timur
Banyak hal dalam kehidupan yang dipengaruhi oleh budaya, kesehatan mental dan gerakan kesehatan mental juga dipengatuhi oleh budaya. Kebanyakan orang melihat kebudayaan sebagai seperangkat pedoman yang memandu bagaimana mereka memandang dunia, merespon secara emosional, dan berperilaku di dalamnya atau pedoman untuk hidup. Pemahaman terhadap sesuatu adalah suatu hal yang cukup kuat mendapat pengaruh budaya, sudut pandang terhadap suatu permasalahan seringkali dipengaruhi oleh budaya yang melatar belakangi, baik dalam proses memahami masalah atau pun dalam menyelesaikan masalah. Dalam kesehatan mental, faktor kebudayaan juga memegang peran penting. Apakah seseorang itu dikatakan sehat atau sakit mental bergantung pada kebudayaannya (Marsella dan White, 1984). Hubungan kebudayaan dengan kesehatan mental dikemukakan oleh (Wallace, 1963) meliputi :
Kebudayaan yang mendukung dan menghambat kesehatan mental.
Kebudayaan memberi peran tertentu terhadap penderita gangguan mental.
Berbagai bentuk gangguan mental karena faktor kultural, dan
Upaya peningkatan dan pencegahan gannguan mental dalam telaah budaya.
Selain itu budaya juga mempengaruhi tindakan penanganan yang dilakukan terhadap gangguan mental itu sendiri. Dengan kata lain Konsep kesehatan mental pada suatu budaya tertentu harus dipahami dari hal-hal yang dianggap mempunyai arti dan bermakna pada suatu budaya tertentu, sehingga harus dipahami dari nilai-nilai dan falsafah suatu budaya tertentu.
Ada perbedaan konsep kesehatan mental budaya barat dan timur Barat lebih memandang kesehatan bersifat dualistik yaitu mengibaratkan manusia sebagai mesin yang sangat dipengaruhi oleh dominasi medis. Sedangkan Timur lebih bersifat holistik, yaitu melihat sehat lebih secara menyeluruh saling berkaitan sehingga berpengaruh pada cara penanganan terhadap penyakit.
Model-model Kesehatan Barat dan Timur
Model-model kesehatan muncul karena banyaknya asumsi mengenai kesehatan, seperti halnya model kesehatan dari Barat dan juga Timur. Akan tetapi, dalam model-model itu terdapat variasi yang disebabkan karena adanya perbedaan budaya di antara model-model tersebut.
a)    Model Biomedis (Freund, 1991) memiliki 5 asumsi. Pertama, terdapat perbedaan yang nyata antara tubuh dan jiwa sehingga penyakit diyakini berada pada suatu bagian tubuh tertentu. Kedua, penyakit dapat direduksi pada gangguan fungsi tubuh, baik secara biokimia atau neurofisiologis. Ketiga, setiap penyakit disebabkan oleh suatu agen khusus yang berpotensi dapat diidentifikasi. Keempat, melihat tubuh sebagai suatu mesin. Kelima, konsep tubuh adalah objel yang perlu diatur dan dikontrol.
b)   Model Psikiatris, merupakan model yang berkaitan dengan model biomedis. Model ini masih mendasarkan diri pada pencarian bukti-bukti fisik dari suatu oenyakit dan penggunaan treatmen fisik obat-obatan atau pembedahan untuk mengoreksi abnormalitas.
c)    Model Psikosomatis (Tamm, 1993), merupakan model yang muncul karena adanya ketidakpuasan terhadap model biomedis. Model ini menyatakan bahwa tidak ada penyakit somatik yang tanpa disebabkan oleh antesenden emosional dan atau sosial. Sebaliknya tidak ada penyakit psikis yang tidak disertai oleh simtom-simtom somatik

Sumber :
Semiun, Yustinus. (2006). Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius
.


Selasa, 15 Juli 2014

BAB 15 LOGIKA

Pengertian Logika dan Proposisi

LOGIKA

Logika adalah ilmu yang mempelajari secara sistematis kaidah-kaidah  penalaran yang abstrak atau valid. Logika/Penalaran terbagi atas 2: a.

a.       Penalaran deduktif: penalaran yang didasarkan pada premis-premis yang diandaikan benar untuk menarik suatu kesimpulan dengan mengikuti pola  penalaran tertentu.  

b.        Penalaran induktif: penalaran yang didasarkan pada premis-premis yang  bersifat faktual untuk menarik kesimpulan yang berlaku.


PROPOSISI
 Proposisi adalah kalimat berita atau pernyataan berupa Kalimat yang mempunyai nilai kebenaran (benar atau salah). a. Pernyataan primer: pernyataan yang tidak mengandung kata hubung kalimat (pernyataan tunggal/pernyataan atom).  b. Penyataan majemuk: pernyataan yang mengandung satu atau lebih kata hubung kalimat.

Penjelasan: Negasi, Konjungsi,

1. NEGASI
Negasi/ ingkaran merupakan operasi logika yang dilambangkan dengan tanda "~" .atau "¬". Ingkaran pernyataan p adalah ~p atau dibaca "tidak benar bahwa p" atau "non p" atau "negasi dari p". 
P  ~P
B S S B
Contoh:  
p : Kucing makan ikan. 
~p : Kucing tidak makan ikan.
~p : Tidak benar bahwa kucing makan ikan.

2.KONJUNGSI
Konjungsi merupakan operasi logika yang dilambangkan "" dan dibaca "dan". Dari pernyataan p dan pernyataan q dapat disusun pernyataan "p  q" dibaca "p dan q".
Contoh: 
 p : Ibu memasak sosis.
q : Ibu mencuci piring.
p^q: Ibu memasak sosis dan mencuci piring.

TAUTOLOGI , KONTRADIKSI , DUA PERNYATAAN YANG EKUIVALEN
Tautologi adalah pernyataan majemuk yang nilai kebenarannya benar (“B”) semua..
Contoh : (pΛq) => q
Kontradiksi adalah pernyataan majemuk yang nilai kebenarannya  salah (“S”) semua.
Dua pernyataan majemuk disebut ekuivalen , jika mempunyai nilai kebenaran yang sama.
Contoh :
~(pVq) ≡ ~p Λ ~q
~(p Λ q) ≡ ~p V ~q
~(p=>q) ≡ p Λ ~q

BAB 14 PROPOSISI

Dalam matematika, tidak semua kalimat berhubungan dengan logika. Hanya kalimat yang bernilai benar atau salah saja yang digunakan dalam penalaran. Kalimat tersebut dinamakan proposisi (preposition).
Proposisi adalah kalimat deklaratif yang bernilai benar (true) atau salah (false), tetapi tidak dapat sekaligus keduanya. Kebenaran atau kesalahan dari sebuah kalimat disebut nilai kebenarannya (truth value).
Contoh berikut ini dapat mengilustrasikan kalimat yang merupakan proposisi dan mana yang bukan.

Contoh 1.1
a)    6 adalah bilangan genap
b)    Soekarno adalah Presiden Indonesia yang pertama
c)    2 + 2 = 4
d)    Ibukota Provinsi Jawa Barat adalah Semarang
e)    12 ≥ 19
f)     Kemarin hari hujan
g)    Suhu di permukaan laut adalah 21 derajat celcius
h)   Pemuda itu tinggi
i)     Kehidupan hanya ada di Planet Bumi
Semuanya merupakan proposisi. Proposisi a, b, c bernilai benar, tetapi proposisi d salah karena ibukota Jawa Barat seharusnya Bandung dan proposisi e bernilai salah karena seharusnya 12 ≤ 19. Proposisi f sampai I memang tidak dapat langsung ditetapkan kebenarannya, namun satu hal yang pasti, proposisi-proposisi tersebut tidak mungkin benar dan salah sekaligus. Kita bisa menetapkan nilai proposisi tersebut benar atau salah. Misalnya, proposisi f bias kita andaikan benar (hari kemarin memang hujan) atau salah (hari kemarin tidak hujan). Demikian pula halnya untuk proposisi g dan h. Proposisi i bias benar atau salah, karena sampai saat ini belum ada ilmuwan yang dapat memastikan kebenarannya.

Aljabar Proposisi

Hukum-Hukum Aljabar Proposisi (Aturan Penggantian)
Setiap proposisi yang saling ekivalen dapat dipertukarkan atau diganti antara satu dengan yang lainnya. Di bawah ini disajikan daftar aturan penggantian untuk keperluan deduksi.
1. Hukum Idempoten (Idem)
    a. pq ek p
    b. pp ek p
2. Hukum Asosiatif (As)
    a. (pq)r ek p(qr)
    b. (pq)r ek p(qr)
3. Hukum  Komutatif (Kom)
    a. pq ek qp
    b. pq ek qp
4. Hukum Distributif (Dist)
    a. p(qr) ek (pq)(pr)
    b. p(qr) ek (pq)(pr)
5. Hukum Identitas (Id)
    a. pF ek p
    b. pT ek T
    c. pF ek F
    d. pT ek p
6. Hukum Komplemen (Komp)
    a. p∨∼p ek T
    b. p∧∼p ek F
    c. (p) ek p
    d. T ek F
7. Hukum Transposisi (Trans)
    pq ek q⇒∼p
8. Hukum Implikasi (Imp)
    pq ek pq
9. Hukum Ekivalensi (Eki)
    a. pq ek (pq)(qp)
    b. pq ek (pq)(q∧∼p)
10. Hukum Eksportasi (Eksp)
      (pq)r ek p(qr)
11. Hukum De Morgan (DM)
       a. (pq) ek p∧∼q
       b. (pq) ek p∨∼q

Kalimat ingkaran ( Negasi ) adalah suatu pernyataan yang diperoleh dari suatu pernyataan sebelumnya dan mempunyai nilai kebenaran yang berlawanan dengan pernyataan sebelumnya.
Beberapa negasi suatu pernyataan dapat dilihat pada table berikut.

Tabel nilai Kebenaran Negasi :
p
~P
b
S
S
B



Jumat, 11 Juli 2014

BAB 13 FUNGSI


DEFINISI FUNGSI
Fungsi, dalam istilah matematika adalah pemetaan setiap anggota sebuah himpunan (dinamakan sebagai domain) kepada anggota himpunan yang lain (dinamakan sebagai kodomain). Istilah ini berbeda pengertiannya dengan kata yang sama yang dipakai sehari-hari, seperti “alatnya berfungsi dengan baik.” Konsep fungsi adalah salah satu konsep dasar dari matematika dan setiap ilmu kuantitatif. Istilah "fungsi", "pemetaan", "peta", "transformasi", dan "operator" biasanya dipakai secara sinonim.Anggota himpunan yang dipetakan dapat berupa apa saja (kata, orang, atau objek lain), namun biasanya yang dibahas adalah besaran matematika seperti bilangan riil. Contoh sebuah fungsi dengan domain dan kodomain himpunan bilangan riil adalah y=f(2x), yang menghubungkan suatu bilangan riil dengan bilangan riil lain yang dua kali lebih besar. Dalam hal ini kita dapat menulis f(5)=10.Membedakan Domain, Kodomain, RangeDomain disebut juga dengan daerah asal, kodomain daerah kawan sedangkan range adalah daerah hasil.contoh : Diketahui himpunan P = { 1,2,3,4 } dan himpunan Q = { 2,4,6,8,10,12 }Relasi dari himpunan P ke himpunan Q dinyatakan dengan " setengah dari ".Jika relasi tersebut dinyatakan dengan himpunan pasangan berurutan menjadi :{ (1,2),(2,4),(3,6),(4,8) }.Relasi di atas merupakan suatu fungsi karena setiap anggota himpunan P mempunyai tepat satu kawan anggota himpunan Q.Dari fungsi di atas maka :Domain/daerah asal = himpunan P = { 1,2,3,4 }Kodomain/daerah kawan = himpunan Q = { 2,4,6,8,10,12 }Range/daerah hasil = { 2,4,6,8 }Jika A = {2, 3, 6} B = {2, 4, 6, 8, 10, 11}. Relasi dari himpunan A ke B adalah “Faktor dari “, nyatakanlah relasi tersebut dengan :a. Diagram Panahb. Diagram Cartesiusc. Himpunan pasangan berurutan.Jawab:c. Himpunan pasangan berurutannya :{(2, 2), (2,4), (2, 6), (2, 8), (2, 10), (4, 4),(4, 8),(6, 6)}Domain, Kodomain  dan RangePada relasi dari himpunan A ke B, himpunan A disebut Domain (daerah asal) himpunan  B disebut Kodomain (daerah kawan) dan  semua anggota B yang mendapat pasangan dari A disebut Range (derah hasil).Contoh 3 :Tuliskan Domain, Kodomain dan Range dari relasi Contoh 2 di atas :Jawab:Domain = {2, 4, 6}Kodomain = {2, 4, 6, 8, 10, 11}Range = { 2, 4, 6, 8, 10}
 Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Fungsi_%28matematika%29